Memadamkan Api Amarah

Ada seseorang yang berkata kepada Rasulullah Saw., “Berilah aku nasehat.” Lalu, Rasul Saw. menjawab,“Janganlah marah.” Orang tersebut beberapa kali mengulang permintaannya dan Rasul Saw. tetap menjawab, “Janganlah marah.” (HR. Bukhari).

Amarah yang tak bisa dikendalikan adalah berasal dari syaitan. Dan, Rasulullah Saw. bukanlah seorang pemarah. Beliau adalah pribadi yang dicintai karena akhlaknya yang mulia.

Untuk bisa mengendalikan amarah, maka pertama, berdzikirlah dengan mengucapkan “A’udzubillahi minasy syaithaanirrajiim” (aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk).

Kedua, diamlah. Tahan diri dari reaksi spontan saat marah. Karena akhlak adalah respon spontan. Tahanlah dan berdzikirlah. Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila di antara kalian ada yang marah maka diamlah.” Beliau Saw. mengucapkannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad).

Ketiga, sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw., jika amarah muncul dalam hati kita dan kita sedang berdiri, maka segeralah duduk. Jika dalam keadaan duduk amarah belum juga reda, maka berbaringlah. Carilah tempat atau situasi yang lebih kondusif untuk meredakan emosi dan menentramkan hati.

Keempat, wudlu. Air wudlu akan menentramkan hati yang sedang panas terbakar amarah. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya kemarahan itu berasal dari syaitan. Dan, syaitan tercipta dari api. Dan, sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah seorang di antara kalian marah, maka berwudlulah.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Kelima, jikapun memang harus marah, maka marahlah dengan cara sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Yaitu, marah yang benar, tegas dan santun. Insyaa Allah marah dengan cara seperti ini akan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang sedang dihadapi. Marah yang pernah ditunjukkan Rasul Saw. adalah marah yang diekspresikan secara santun dan bertujuan untuk menegur, mengingatkan dan menyelamatkan orang lain agar selamat dari dosa.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhid

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *