Gunakan Nikmat Allah SWT Untuk Beribadah Kepadanya

Sahabat rumah kurma sahara, Banyak sekali nikmat yang diberikan Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya. Para ulama membagi nikmat Allah Swt ini kepada tiga bagian, yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan dan nikmat hidayah.

Pertama, nikmat hidup. Ini adalah karunia dari Allah Swt yang tingkatannya paling dasar. Allah Swt memberikan nikmat ini tidak hanya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, melainkan memberikannya juga kepada seluruh manusia, tumbuhan, binatang dan makhluk lainnya. Dalam nikmat ini sudah terkandung juga nikmat-nikmat lainnya yang berfungsi untuk menopang keberlangsungan hidup, diantaranya adalah nikmat makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya.

Kedua, nikmat kemerdekaan. Nikmat ini adalah nikmat kedua yang paling penting dan lebih tinggi tingkatannya dari nikmat yang pertama. Nikmat ini diberikan Allah Swt kepada manusia. Dengan nikmat ini, manusia memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, menentukan pilihan-pilihan, merdeka memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Ketiga, nikmat hidayah. Ini adalah nikmat dari Allah yang tingkatannya paling tinggi dan paling mulia bagi manusia. Nikmat ini tidak diberikan Allah Swt kepada sembarang orang. Allah Swt hanya memberikan nikmat hidayah ini kepada orang-orang yang terpilih dan pantas untuk menerimanya. Yaitu, orang-orang yang sungguh-sungguh ingin dekat dengan-Nya.

Apabila kebaikan kita ingin disyukuri oleh Allah Swt, maka sikap yang harus kita lakukan adalah dengan menggunakan ketiga nikmat tersebut di atas sebaik mungkin demi mendapatkan ridha-Nya. Isi hidup kita dengan perbuatan yang menimbulkan kemanfaatan. Apalagi betapa hidup ini amat singkat. Gunakan pula kemerdekaan yang kita miliki untuk hanya memilih yang baik dan yang benar. Adapun hidayah, syukurilah dengan terus-menerus memperkaya diri dengan ilmu dan amal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, Dzat Yang Maha Pemberi berbagai kenikmatan.

semoga artikel ini bermanffat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhid

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *