Belajar Menjadi Pribadi Yang Tangguh.

Mari kita lihat sosok nabi Muhammad Saw. yang sejak kanak-kanak sudah menjadi yatim. Bahkan, ibunya wafat di saat usia nabi Muhammad Saw. masih sangat membutuhkan kehadiran sosok ibu. Namun, situasi yang sulit seperti ini justru menjadi tempat bagi beliau untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.

Alloh Swt. berfirman, “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiyâ’[21]:35)

Ibnu Katsir r.a menerangkan bahwa ujian hidup berupa kesulitan itu adalah tempat untuk melihat kualitas manusia, mana di antara mereka yang bersabar dan mana yang putus asa. Orang yang bersabar akan lahir menjadi pribadi tangguh, sedangkan orang yang putus asa akan menjadi pribadi yang lemah. Padahal, Alloh Swt. tidak akan memberikan ujian yang berada di luar batas kemampuan manusia untuk menghadapinya.

Nah saudaraku, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Bahkan, kebanyakan dari hidup ini adalah kejadian demi kejadian yang tidak kita inginkan sebelumnya. Sebagian di antaranya berupa kepahitan. Namun, kepahitan adalah ladang amak sholeh bagi kita agar kita semakin yakin pada kekuasaan Alloh, semakin sabar dan semakin menyempurnakan ikhtiar.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referenis : smstauhid

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *