Agar Kita Gemar Berbuat Baik Pada Orang Lain

Kunci pertama adalah latihan. Tetangga adalah saudara seiman. Keponakan adalah saudara seiman. Makin tebal rasa persaudaraan kita, akan semakin ringan hidup ini.

Sayangnya, sedikit saja kita tersinggung, dengan mudahnya kita bermusuhan. Akhirnya, tidak sedikit yang menjadi musuh kita. Anak menjadi musuh, mertua pun jadi musuh, tak ketinggalan tetangga, teman sekantor, hingga rekan bisnis. Jika demikian yang terjadi, maka kapankah kita akan merasa bahagia, karena hampir di setiap tempat kita memiliki musuh. Daripada kita dongkol karena bermusuhan, lebih baik kita berdamai dan menjalin persaudaraan sehingga kebahagiaan bisa digapai. Banyak keuntungan dari jalinan persaudaraan. 

Kunci kedua, jangan biarkan pikiran kita sibuk mempermasalahkan masalah. Gunakanlah pikiran kita untuk menyelesaikan masalah. Saat anak kita menangis, tidak perlu kita memukul atau memarahinya karena itu tidak akan membuat tangisannya berhenti, malah justru akan semakin keras. Jika kita memiliki dendam, jangan terus menggeluti perasaan itu, namun datangilah dan selesaikanlah dengan baik permasalahan yang telah terjadi.

Kunci Ketiga, adanya semangat demi kemaslahatan bersama. Jangan sampai kita mendapat kemenangan sendiri sedangkan orang lain menelan kekalahan. Jika kita mendapat kemenangan atau keuntungan, sepatutnya kita berbagi dengan orang lain. Tidak pantas kita bersenang-senang sendiri di atas penderitaan orang lain. Makin banyak orang yang merasa tersakiti, maka akan semakin besar juga kemungkinan orang lain menyakiti kita.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *