Surga Bagi Pedagang Yang Jujur

Menjadi pedagang adalah salah satu profesi yang mulia. Kalau seorang pedagang muslim menjalankan profesinya dengan jujur maka surgalah balasannya. Sebaliknya, kalau seorang pedagang menjalankan pekerjaannya dengan curang dan penuh tipu muslihat, maka siksa neraka yang akan diterima di akhirat nanti. Bahkan di dunia pun, ia akan merasakan akibatnya.

Suatu hari Rasulullah Saw berjalan melewati tempat penjual makanan. Beliau menghampiri dan memasukkan tangan ke lapisan bawah makanan tersebut. Wah … ternyata basah. Beliau bertanya, “Kenapa ini basah?”

Penjual makanan menjawab, “Karena kena hujan.”Rasululullah mengingatkan, “Alangkah baiknya bila bagian yang basah itu diletakkan di bagian atas sehingga mudah terlihat orang. Siapa yang menipu bukan dari golongan kami.” Demikianlan sikap Rasulullah terhadap orang yang tidak jujur.

Dalam kesempatan lain, beliau mengingatkan para pedagang, “Sesungguhnya pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang jahat kecuali pedagang yang bertaqwa kepada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.”

Sejak muda, Rasulullah Saw adalah pedagang yang ulung. Dataran Arab telah dijelajahinya untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Beliau dikenal jujur oleh para mitra usahanya sehingga banyak orang yang senang berdagang dengan beliau. Beliau adalah contoh pebisnis yang sukses, baik secara finansial, manajemen maupun networking.

Dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam berbisnis, seorang pedagang hendaknya mengedepankan kejujuran, memberikan kualitas barang dan pelayanan yang baik kepada pelanggan dan mitra usahanya. Profesional dan kreatif dalam mengembangkan bisnis. Kemudian bersyukur atas limpahan rezeki yang diberikan kepadanya. Dengan demikian, harta yang didapat akan berkah.

Jangan sebaliknya, demi mengejar keuntungan yang banyak, seorang pedagang berlaku curang dan membohongi pelanggannya. Ia mungkin akan cepat kaya tapi hartanya tidak berkah. Ia akan selalu merasa kurang dan tidak puas dengan keuntungan yang diperolehnya. Pedagang yang yang seperti ini hendaknya memperhatikan sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya harta kekayaan itu terasa begitu manis. Barangsiapa mendapatkannya dengan cara-cara yang benar dan dibelanjakan dengan cara yang benar, harta itu adalah sebaik-baik pembantu baginya. Sementara itu, orang yang mendapatkannya dengan jalan yang tidak benar, ia bagaikan orang yang makan tapi tidak pernah merasa kenyang.” (Muttafaq ‘alaih).

Sedangkan bagi pedagang yang jujur, di akhirat kelak akan dikumpulkan bersama para nabi dan orang-orang saleh. Sabda Nabi, “Pada hari kiamat sorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para nabi, orang-orang siddiq dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Ad-Daruqithni).

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *