Rahasia Keberhasilan Bisnis Nabi Muhammad Saw

Selain sebagai Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad Saw adalah seorang pebisnis yang berhasil. Beliau memulai bisnis sejak usia 12 tahun. Pada usia 25 tahun, beliau menjadi investor yang telah mencapai kebebasan finansial. Bisnis yang digelutinya pun sudah bersifat internasional. Sejak usia 17 tahun, Muhammad muda telah memimpin ekpedisi perdagangan lintas negara. Jangkauan perdagangannya sudah mencapai Syam, Jordania, Bahrain dan Kuwait.

Apa rahasia dibalik keberhasilan bisnis Nabi Muhammad Saw? Sebagian diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kejujuran. Ini modal awal keberhasilan Nabi Muhammad. Sebelum menjadi Nabi, beliau telah mendapat gelar Al-Amin dari penduduk Mekkah. Dengan modal kejujuran inilah, beliau dipercaya membawa dagangan Khadijah ke Syam, Jordania dan Bahrain. Berbekal kejujuran pula, pelanggan merasa aman bila berbelanja pada Muhammad. Tak ada sedikitpun kecacatan atau rekayasa untuk menutupi kekurangan suatu produk. Keuntungan demi keuntungan pun beliau dapatkan dengan mudah.
  2. Kerja Keras. Sejak kecil, Nabi Muhammad sudah terbiasa dengan kerja keras. Di usia 9 tahun, beliau sudah kekerja menggembalakan kambing milik penduduk Mekkah untuk meringankan beban keluarga. Beliau juga tak tinggal diam ketika pamannya berdagang ke negara-negera Arab. Beliau memaksakan diri untuk ikut membantu. Kemudian beliau berpartner dengan Khadijah dalam ekspedisi perdagangan lintas negara-negara Arab.
  3. Disiplin dan Memiliki Komitmen Tinggi. Kepada para pelanggannya, beliau sangat menjunjung disiplin dan komitmen yang tinggi. Beliau tidak akan menjual barang yang masih dalam penawaran pihak lain, meski mendapat penawaran yang lebih tinggi. Sekali berjanji, beliau akan menepatinya.
  4. Selalu Ingin Belajar. Nabi Muhammad Saw adalah seorang pembelajar sejati. Perjalanan bisnis ke beberapa negara kawasan Arab dimanfaatkannya untuk belajar budaya-budaya setempat. Wawasan inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu barometer untuk mengukur tingkat dan kecenderungan daya beli masyarakat.
  5. Mengedepankan Cinta dan Kasih Sayang. Beliau berbisnis dengan landasan cinta dan kasih sayang. Strategi marketing beliau adalah Marketing with Love. Nabi Muhammad sangat mencintai perdagangan karena di dalamnya ada latihan kesabaran, ketabahan dan tawakal. Bisnis perdagangan menambah luas jaringan pertemanan dan relasi. Beliau menanamkan betapa pentingnya mencintai pelanggan, rekan bisnis dan bawahan. Bisnis bukan hanya sekedar transaksi jual beli untuk mendapatkan untung semata. Namun yang lebih penting adalah upaya menjalin silaturahim dan menebarkan kasih sayang pada sesama.
  6. Mengutamakan Win-Win Solution. Salah satu strategi beliau adalah memberikan hak pilih untuk melanjutkan transaksi atau membatalkannya sampai batas yang ditentukan. Nabi Muhammad akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan produknya. Bila ada yang cacat tidak akan ditutup-tutupi atau direkayasa. Pilihan tergantung pada pembeli mau melanjutkan atau membatalkan. Prinsipnya, win-win solution memberikan keuntungan pada kedua belah pihak. Bila pelanggan merasa puas maka mereka tidak akan pergi ke pedagang lain. Inilah jua beli syariah yang dinilai sebagai ibadah.
  7. Pandai Bersyukur. Ini salah satu kunci sukses beliau. Meski Nabi Muhammad berhasil membangun kerajaan bisnisnya dalam waktu relatif singkat, beliau tak pernah lupa untuk bersyukur. Tidak pernah lupa membagikan sebagian kekayannya pada orang-orang miskin. Syukur adalah kunci utama untuk melipatgandakan kekayaan.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *