Kekuatan Doa Orangtua

Setiap orangtua ingin agar anaknya menjadi anak yang saleh. Salah satu usaha untuk memiliki anak saleh adalah selalu mendoakannya. Orangtua mendoakan anak-anaknya baik tanpa sepengatahuan mereka maupun terang-terangan dihadapan mereka. Doa orang tua “manjur” terhadap anak-anaknya. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah Saw,

“Ada tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yakni doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), dan doa orang tua terhadap anaknya.” HR. At-Tirmidzi.

Ketika anak-anak hendak berangkat ke sekolah, orangtua bisa berpesan dalam bentuk doa kepadanya, “Sekolah yang rajin ya … Semoga menjadi anak yang saleh, pintar dan hebat,” dan sebagainya. Pernyataan yang diucapkan berulang-ulang ini akan menancap di benak anak. Bahwa orangtua mengharapkan agar mereka menjadi pribadi-pribadi seperti yang didoakan orangtuanya. Anak yang sudah dewasa pun membutuhkan dukungan doa semacam ini.

Ada kalanya, anak-anak mengikuti lomba atau kompetisi, baik di bidang ilmu pengetahuan, olahraga atau mengukuti ujian sekolah. Disini orangtua kembali bisa memberikan dukungan doanya. Ucapkanlan misalnya, “Semoga sukses, Nak. Semoga menjadi juara, Sayang.” Dan kata-kata lain yang bisa memberi semangat dan keyakinan. Selain itu, orangtua juga bisa mendoakannya secara sembunyi langsung kepada Allah Swt untuk keberhasilan anak-anaknya.

Bagaimana ketika anak sakit? Peganglah badan dan kepalanya dan katakan, “Syafakallah, Sayang. Semoga cepat sembuh.” Sakit adalah salah satu bentuk peringatan Allah bahwa kita makhluk-Nya yang lemah. Makhluk yang membutuhkan pertolongan-Nya. Bagaimana pun hebatnya kita, bila sakit maka akan tergolek lemah tak berdaya. Sakit juga sarana untuk meraup pahala dan menggugurkan dosa-dosa.

Sabda Nabi Muhammad Saw, “Tidaklah seorang mukmin tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan ataupun kedukaan, sampai cuma tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan mengampuni dosanya sesuai apa yang menimpanya.” HR. Bukhari dan Muslim.

Sakit adalah satu dari tiga waktu yang baik untuk memberikan nasehat kepada anak. Dua waktu lainnya adalah saat makan dan bepergian. Ketika anak sakit orangtua bisa memberikan pemahaman dan nasehat. Bahwa sakit yang dirasakannya adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya. Karena sakit bisa menggugurkan dosa-dosa dan menambah pahala. Dengan begitu, diharapkan anak lebih bersabar dan tidak mudah mengeluh.

Ketika anak akan bepergian, baik sendiri, bersama teman atau bersama anggota keluarga lainnya, hendaknya orangtua berdoa untuk kebaikan dan kelancaran urusannya. “Semoga urusanmu lancar, Sayang. Jangan lupa banyak berdoa dan berdzikir.” Selama anak bepergian, orangtua juga hendaknya memperbanyak doa sehingga ia pulang dengan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga.

Ada kisah pada jaman Nabi Muhammad Saw yang menggambarkan betapa kuatnya doa orangtua. Seorang anak yang bernama Alqamah kesulitan saat menghadapi sakaratul maut. Dia telah melukai hati ibunya. Dia lebih mengutamakan istrinya daripada ibunya sehingga ibunya murka kepadanya. Kesalahan kepada ibunya yang belum termaafkan ini membuat dia kesulitan mengucapkan dua kaliat syahadat pada detik-detik menjelang kematian. Padahal Alqamah sangat rajin beribadah dalam ke sehariannya.

Rasulullah bersama para sahabat datang melihat kondisi Alqamah yang memprihatinkan. Beliau minta agar ibu Alqamah dipanggil. Setibanya dihadapan beliau, ibu Alqamah diminta untuk memaafkan anaknya. Namun karena hatinya terlanjur luka, dia tetap tidak mau memaafkan anaknya.

Melihat keteguhan hati ibu Alqamah, Nabi lantas meminta para sahabatnya untuk mengumpulkan kayu bakar. Kayu-kayu ini akan digunakan untuk membakar jasad Alqamah agar terbebas dari penderitaan. Melihat kesungguhan beliau, hati ibu Alqamah luluh dan dia memaafkan anaknya. Betapapun terlukanya hati seorang ibu, dia tidak akan tega melihat anaknya dibakar di depan matanya. Setelah ibunya memafkan, dengan izin Allah, Alqamah dengan mudah mengucapkan dua kalimat syahadat dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Betapa ucapan dan doa orangtua berperan penting dalam kehidupan anak-anaknya. Marilah kita doakan anak-anak setiap waktu agar menjadi penyejuk mata baik di dunia maupun di akhirat. Kita doakan agar menjadi anak yang saleh. Menjadi anak-anak yang bekecukupan sehingga bisa memberikan manfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *