Mengecilkan Kenikmatan Dan Ujian Di Dunia

Seseorang yang yakin kepada Alloh ia akan berbeda melihat dunia ini. Bahkan melihat musuh yang sangat besar kebencian kepadanya, ia tidak sedikitpun merasa terancam. Ia merasa terancam adalah justru oleh keburukan dirinya sendiri. Karena, yang pasti membahayakan kita adalah keburukan diri kita sendiri. Keburukan orang lain kepada kita itu hanya menyampaikan apa yang Alloh tetapkan atas kita. Sedangkan, keburukan kita menjadi petaka bagi kita.

Alloh Swt. berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Alloh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri..” (QS. An Nisaa [4] : 79)

Imam Ibnu Katsir menerangkan ayat ini bahwa nikmat yang kita peroleh adalah pemberian dari Alloh Swt., sedangkan keburukan yang menimpa kita itu berasal dari diri kita sendiri dan disebabkan perbuatan kita sendiri, sebagaimana firman Alloh Swt., “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro [42] : 30)

Jikalau ada orang lain yang berbuat buruk kepada kita, maka sikap terbaik adalah tidak menyimpan dendam kepadanya, apalagi sampai membalas dendam kepadanya. Karena jika orang lain berbuat jahat kepada kita dan kita membalasnya dengan kejahatan pula, maka apa bedanya antara kita dengan dirinya. Terlebih, Rosululloh Saw. pun mencontohkan hal ini, setiap keburukan yang datang kepadanya justru selalu beliau balas dengan kebaikan.

Bukan tidak boleh membela diri, karena membela diri juga bagian dari apa yang Rosululloh Saw. ajarkan. Akan tetapi membela diri berbeda dengan menyakiti orang lain. Bahkan, pada apa yang diajarkan oleh Rosululloh Saw., membela diri pun senantiasa diiringi dengan akhlak yang mulia.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *