Tawadhu Adalah Sifat Para Nabi Dan Rasulullah SAW

Tawadhu adalah sifat para nabi dan rosul. Tawadhu atau rendah hati bukanlah wujud kelemahan seseorang, melainkan justru bukti kekuatan. Seseorang yang memiliki ketawadhuan sama sekali tidak menjadikan dirinya rendah dan lemah. Seorang yang pemaaf adalah hakikatnya adalah sosok yang memiliki kekuatan besar di dalam dirinya sehingga ia bisa mengalahkan bisikan syaitan yang mengajaknya untuk marah dan dendam. Seorang yang hidup secara sederhana padahal ia mampu untuk bermewah-mewahan justru adalah orang yang hakikatnya kaya raya, karena ia memiliki kekayaan hati yang menghindarkannya dari kemubadziran.

Lihatlah sosok manusia paling mulia, kekasih Alloh Swt., nabi Muhammad Saw. Beliau adalah sosok pemaaf yang ketika pribadinya dihina dan disakiti seperti apapun, beliau senantiasa memaafkan dan mendoakan pelakunya supaya bertaubat dan mendapat hidayah. Beliau tinggal di rumah yang sederhana padahal posisinya lebih agung dari para kaisar dan raja. Beliau menjahit sendiri sandalnya dan tak pernah segan membantu pekerjaan istrinya di rumah. Maasyaa Alloh.

Demikianlah ciri dari pribadi yang mulia sejati. Pribadi tawadhu, mulia tanpa meminta dimuliakan, terhormat tanpa meminta untuk dihormati, karena Alloh Swt. yang memuliakannya di hadapan makhluk-makhluk-Nya.

Imam Asy Syafi’i ra. pernah menasehatkan, “Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.”

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *