Sikapilah Pujian Dengan Menyerahkannya Kepada Alloh SWT

Pujian berpeluang membuai, melenakan dan menenggelamkan kita dalam keasyikan. Sehingga jika kita kurang waspada, bisa tenggelam dalam ujub, sombong, takabur. Sedangkan cacian, akan membuat kesal namun mudah untuk memancing kita untuk mengingatkan diri sendiri agar bersabar.

Pujian dan cacian dua-duanya adalah ujian dari Alloh Swt. Kita memang tidak bisa menahan orang lain untuk memuji atau mencaci kita, akantetapi kita bisa mengelola diri sendiri manakala pujian atau cacian datang kepada kita.

Sikapilah pujian dengan menyerahkannya kepada Alloh Swt. Karena saat orang lain memuji kita, itu sesungguhnya disebabkan Alloh berkenan menutupi aib-aib kita di hadapan mereka. Sikapi juga cacian dengan berserah diri kepad Alloh dan introspeksi, karena cacian yang datang adalah kesempatan untuk bercermin bagi kita, jangan-jangan cacian itu benar adanya, atau jangan-jangan kita lebih buruk dari cacian itu.

pujian dan cacian adalah sarana bagi kita untuk berkaca diri, memeriksa diri kemudian memperbaiki diri. Hakikatnya bagaimanapun penilaian orang lain terhadap kita, itu tidak seberapa penting dibandingkan penilaian Alloh terhadap kita. Hanya penilaian dan ridho Alloh yang kita kejar, olehkarena itu tetaplah berpegang teguh kepada Alloh saat menghadapi pujian yang melenakan dan cacian yang mengesalkan.

Rosululloh Saw. mencontohkan sebuah doa dalam menyikapi penilaian orang lain. Beliau bersabda, “Ya Alloh, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui.” Atau, dalam doa yang lain Rosululloh Saw. bersabda, “Ya Alloh, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira.” (HR. Bukhori)

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *