Menjadi Jalan Kebaikan Bagi Sesama

Imam Ibnu Athoillah, semoga Alloh merohmatinya, menerangkan, “Jangan merasa gembira atas perbuatan taat karena engkau merasa telah bisa melaksanakannya. Tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia, taufik, hidayah dari Alloh kepadamu. Katakanlah, “Dengan kurnia Alloh dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Alloh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10] : 58).

Jangan merasa gembira karena telah melakukan ketaatan dan kebaikan. Tapi bergembiralah atas perbuatan tersebut karena kita ditolong oleh Alloh sehingga bisa taat. Kalau kita bergembira dengan mengucapkan, “Alhamdulillah saya bisa bersedekah!”, ini masih kelas biasa-biasa saja. Ungkapkanlah, “Alhamdulillah, Alloh menjadikan saya sebagai jalan rezeki bagi hamba Alloh lainnya.”

Jadi, yang berbuat kebaikan itu adalah Alloh secara utuh sepenuhnya. Seperti kita memberi santunan kepada anak yatim. Sesungguhnya santunan yang berupa uang, pakaian atau makanan itu adalah memang rezeki anak yatim dari Alloh Swt. Adapun kita hanya menjadi jalannya. Ketika kita menyantuni anak yatim, dan bergembira akan hal itu diiringi rasa yakin bahwa semua itu adalah kebaikan Alloh sedangkan kita hanya menjadi jalan, maka ini ciri tauhid di dalam hati kita yang semakin baik.

Bergembira atas perbuatan Alloh yang telah menjadikan kita jalan kebaikan dan ketaatan, akan membuat kita senantiasa rendah hati dan memiliki tauhid yang bersih dan kokoh. Juga akan membuat kita lebih mudah selamat dari jebakan rasa ujub, sombong, riya, sum’ah. Karena hakikatnya kita memang tidak memiliki apa-apa. Keberlimpahan yang kita miliki pun bukan milik kita, tetapi hanya titipan dari Alloh Swt. Kemampuan kita mengumpulkannya pun bukanlah murni kemampuan kita, melainkan karena Alloh memampukan kita.

semoga artikel ini bermanafaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *