Taat Kepada Allah SWT Sampai Ajal Menjemput

2016-12-12_6-29-05

kita bukanlah syaitan yang sepenuhnya berbuat buruk. Kita adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk memilih antara kebaikan dan keburukan, sehingga salah satu hal yang kerap kita lakukan setiap hari adalah ketaatan kepada Alloh Swt. Dalam satu hari, banyak praktik ibadah yang kita tunaikan, sholat lima waktu, bahkan ditambahi dengan sholat sunnah rowatibnya. Kemudian, mengucap salam saat masuk dan meninggalkan suatu kumpulan, bersedekah, mengaji, dan ketaatan lainnya. 

apakah disela-sela kita melakukan ketaatan itu ada peluang berbuat lalai atau maksiat? Tentu saja ada, karena syaitan senantiasa mengendap-endap, mencari celah sekecil apapun untuk menggoda kita. Akantetapi, ciri dari orang yang beriman adalah senantiasa ‘memaksa’ dirinya sendiri untuk kuat, tangguh agar konsisten dalam ketaatan. Sekali terpeleset pada kelalaian, ia langsung berdiri dan menguatkan dirinya dengan beristighfar, mendirikan sholat, menenangkan hati dengan membaca Al Quran. Maasyaa Alloh!

Alloh Swt. berfirman, “Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al Hasyr [59]: 7)

Ibadah kepada Alloh Swt. sebagaimana dicontohkan Rosululloh Saw. adalah sarana dari Alloh untuk kita. Banyak cara syaitan menjerumuskan kita pada kemaksiatan, akantetapi banyak sarana pula yang Alloh sediakan bagi kita untuk berbuat taat kepada-Nya. Sungguh, berbuat taat itu mudah dan ringan bagi orang yang hatinya sudah terpaut kepada Alloh Swt. Sedangkan berbuat maksiat itu mudah dan ringan bagi orang yang gelap hatinya.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *