Menjauhi Sifat Egois

2016-10-28_8-08-17

sesungguhnya ego adalah unsur di dalam kemanusiaan yang dianugerahkan Alloh kepada kita. Karena siapa yang bisa menolong diri kita, syariatnya adalah diri kita sendiri.

Coba saja perhatikan, ketika keluar dari masjid, yang lebih dahulu kita lakukan adalah mencari-cari sandal sendiri di antara tumpukkan sekian banyak sandal. Bukan membantu orang lain menemukan sandalnya. Atau ketika berfoto dengan teman-teman, yang pertama kita cari adalah gambar diri kita sendiri, malah kalau posenya kurang bagus meski yang lain bagus, kita akan minta diulangi. Semua ini adalah wajar dan manusiawi.

Namun, akan menjadi tidak wajar jikalau ego kita membuat pihak lain menjadi terzholimi. Misalkan kita mencari-cari sandal sendiri sambil melempar-lemparkan sandal orang lain. Sikap yang demikian adalah egois. Orang yang egois adalah orang yang hanya sibuk memenuhi keinginan dirinya tanpa memikirkan hak orang lain, bahkan tanpa peduli orang lain tersakiti. Dan, semakin besar sifat egoisnya makan akan besar kemungkinannya dia menjadi penjahat. Lihatlah koruptor, demi memperkaya dirinya sendiri, dia korbankan masyarakat luas dengan cara mencuri uang negara.

Marilah kita memetik hikmah dari jantung kita. Jantung kita berdegup tanpa dipinta. Bahkan dia berdegup terus baik diingat maupun dilupakan. Ia berdegup tanpa pamrih memenuhi kebutuhan darah kita. Ia tidak menonjolkan diri, tidak berharap mendapat sanjungan, yang ia lakukan hanya bekerja terus, memberi manfaat terus-menerus.

Rosululloh Saw. bersabda, “Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Thobroni)

Saudaraku, semoga kita terhindar dari sifat egois. Semoga Alloh Swt. senantiasa membimbing kita sehingga kita menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan kita.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhiid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *