Jadikan Ketidaksukaan Orang Lain Kepada Kita Sebagai Motivasi Untuk Memperbaiki Diri

2016-11-13_16-26-39

jikalau kita berusaha terus memperbaiki diri, berusaha terus berbuat baik, bertuturkata baik, berakhlak baik, maka sebaik apapun kemudian yang bisa kita lakukan, akan ada saja yang tidak suka pada kita. Akan ada saja yang benci pada kita. Akan tetapi, dalam kondisi seperti ini sama sekali bukan alasan kita untuk berhenti berbuat baik.

Sekaliber Rosululloh Saw. saja yang kemuliaan akhlaknya sudah sangat dikenal semenjak beliau kanak-kanak, tetap saja ada yang membencinya. Terutama setelah beliau mendakwahkan tauhiid, mengajak orang-orang kepada jalan yang lurus, jalan menyembah Alloh Ta’ala.

Namun, bagi orang yang beriman pantang untuk surut hanya gara-gara hadirnya orang yang membenci kebaikan. Karena bagi orang yang beriman, ini adalah sebentuk ujian. Rosululloh Saw. senantiasa membalas keburukan orang lain dengan kebaikan. Selain sebagai perwujudan kemuliaan akhlak juga sebagai bentuk dakwah. Sehingga tidak heran jika kemudian banyak di antara orang-orang yang membencinya justru mendapat hidayah dan berbalik menjadi pembela Islam yang sangat loyal.

Alloh Swt. berfirman, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat [41]: 34).

Jadikan kebencian, ketidaksukaan orang lain kepada kita sebagai motivasi untuk semakin memperbaiki diri.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *