Larangan Mengungkit Kembali Pemberian

2016-04-07_6-55-59

Sebagai manusia, pada fitrahnya tentu tidak senang jika ada orang lain yang kikir terhadap hartanya. Namun mereka lebih benci lagi jika seseorang berderma lalu mengungkit pemberiannya..

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى

Hai orang-orang yang beriman.. Janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)” [QS al-Baqarah: 264]

Berkata asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah,

ففيه أن المن والأذى يبطل الصدقة

“Pada ayat ini terdapat dalil bahwa mengungkit pemberian dan menyakiti si penerima akan menyebabkan lenyapnya pahala sedekah..” [Taisirul Karimir Rahman]

Mungkin kita pernah menyaksikan atau mengalami sendiri, ketika bersedekah ada rasa ingin dipuji, ingin diketahui bahwa kita telah berbuat baik. Melakukan amal kebaikan. Tapi tentu saja itu merupakan sebuah kerugian. Karena seperti yang dikatakan dalam hadits diatas. Itu akan menghilangkan pahala. Tentu kita tidak mau, amal yang telah kita lakukan menjadi tidak berarti.

Maka bila pernah bersedekah, lupakan saja. Seakan tak pernah memberi.

Maka, berikut adalah salah satu do’a dari Umar Bin Khattab agar kita dapat senantiasa ikhlas dalam beramal,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا, وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا, وَلاَ تَجْعَلْ لأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

Ya Allah jadikanlah amalku shalih semuanya, dan jadikanlah aku ikhlas karena-Mu, dan janganlah Engkau jadikan untuk seseorang dari amal itu sedikitpun

semoga artikel ini bermafaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : muslimahzone

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *