Hati-Hati Dalam Menyebarkan Berita

 

2016-10-17_6-09-09

Saat ini manusia dibanjiri oleh ratusan hingga ribuan informasi setiap waktu. Demikian itu tentu membutuhkan sikap mawas dan hati-hati. Sebab segala sesuatu harus diukur dengan keimanan, jangan sampai iman dan hidayah yang mahal itu merosot tajam gara-gara informasi yang menyesatkan dan tak bermanfaat.

Olehnya, lebih jauh ahli tafsir Ibnu Katsir berbagi tips menghadapi informasi tersebut. Di antaranya:

  1. Hendaknya senantiasa introspeksi diri terlebih dahulu. Mendahulukan husnuzhan (baik sangka) jika buruk yang diceritakan mengenai urusan orang M Evaluasinya, jika tuduhan itu tak pantas bagi dirinya, tentunya hal yang sama berlaku bagi saudaranya sesama orang beriman.
  1. Jika ada sesuatu yang mengganjal hati, tidak sepatutnya mengutarakan di depan umum. Nabi Muhammad SAW bersabda:إن الله تعالى تجاوز لأمتي عما حدثت به أنفسها مالم تقل أو تعمل

“Allah memafkan kesalahan umatku yang dibisikkan dalam hatinya, selama dia belum mengutarakan atau melakukannya.”

  1. Ketika mendengar berita atau perkataan buruk, tidak boleh menyiarkannya. Sebaliknya, justru harus menutupinya rapat-rapat sebagaimana ia malu jika aib dirinya yang tersebar.

Diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu mengganggu dan mempermalukan hamba-hamba Allah dan janganlah mencari-cari perkara-perkara yang dapat mempermalukan mereka. Siapa yang berbuat demikian, maka Allah akan mencari-cari hal yang memalukannya sehingga terbongkar di rumahnya sendiri.”

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : muslimahzone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *