Stop Ghibah Pasa Orang Lain

2016-04-02_7-19-23

“Dan janganlah kalian saling mengghibah (menggunjing). Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat : 12)

Allah mengumpamakan ghibah dengan memakan mayat. Ketika ada seseorang yang mengghibahi saudaranya maka dia sama seperti sedang memakan bangkai saudaranya itu. Jika kita perhatikan pada ayat ke-12 Surah Al-Hujurat di atas, tidak hanya celaan bagi pelaku ghibah, Allah juga memerintahkan para pelaku ghibah untuk bertaubat. Tentunya ghibah adalah dosa besar di sisi Allah karena efek yang ditimbulkan bisa meluas dan tidak bisa dibendung lagi mudharatnya.

Misalnya ketika seseorang membuka aib saudaranya sesama Muslim, yang mana saudaranya berusaha keras untuk menutupinya, maka samua orang akan mengetahui aib saudaranya itu dan saudaranya itu tidak akan bisa lagi berhubungan dengan orang lain secara wajar. Akan ada rasa malu dan minder dalam hatinya.

Ghibah sangat merugikan kehidupan, bahkan Allah menyamakannya dengan memakan mayat, bukan bangkai binatang. Ini menandakan bahwa ghibah teramat dibenci oleh Allah dan salah satu dosa yang sangat besar.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : dakwatuna

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *