Masjid Yang Ramah Pada Anak

2016-05-17_6-29-55

Namanya anak-anak. Kesukaannya bermain. Kebahagiaan mereka adalah pada saat bermain. Mereka senang bermain di mana saja. Bahkan pada saat mereka ke masjid. Akhirnya ada pengurus masjid yang keberatan dengan kedatangan anak-anak ke masjid. Bahkan beberapa masjid memasang pengumuman tentang larangan anak-anak ke masjid. “Anak-anak dilarang ke masjid”. Begitu tulisan pengumuman itu. Anak-anak dianggap hanya membuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan jamaah shalat.

Ketika ada anak yang datang ke masjid, pengurus sudah memberikan peringatan atau ancaman agar tidak ribut di masjid. Kepada anak-anak yang ribut, pengurus tidak segan-segan menghardik, membentak, atau menghukum anak-anak. Ada pula alasan lain melarang anak-anak ke masjid karena mereka dianggap belum baligh (dewasa). Mereka belum wajib untuk salat jamaah di masjid.

Begitu pun ketika sudah di masjid anak-anak masih mendapat perlakuan diskriminasi. Mereka dianggap tidak layak berada di shaf terdepan walaupun mereka datang sejak awal. Padahal hak mendapatkan shaf terdepan adalah untuk mereka yang datang sejak awal. Bukan berdasarkan usia.

Sekilas larangan ini benar adanya. Padahal larangan ini termasuk berlebihan dan tidak bijaksana. Banyak mudharat yang ditimbulkan. Banyak dampak negatif dibelakangnya.

Mari kita lihat perilaku Rasulullah dalam memuliakan anak-anak ketika di masjid. Rasulullah bahkan membawa cucu beliau yaitu Hasan dan Husen ke masjid. Rasulullah mengajarkan mereka untuk terbiasa ke masjid. Rasulullah pernah sujud dalam waktu yang lama karena pada saat itu cucu beliau sedang menaiki punggungnya. Tengoklah. Rasulullah saat sujud tidak merasa terganggu saat dinaiki punggungnya. Rasulullah tidak menurunkan cucu beliau dan tidak pula marah.

Inilah panduan kita. Betapa pun ributnya anak-anak di masjid, kita tidak boleh berlaku kasar atau berkata keras kepada mereka. Namanya juga anak-anak. Bagi mereka bermain adalah sebuah kebahagiaan. Hadapi mereka dengan kelembutan dan keramahan. Nasehati mereka dengan bijaksana. Raih hati mereka agar nasehat kita mengena di hati mereka.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : dakwatuna

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *