Kemuliaan Penuntut Ilmu

rumah-kurma

Menjadi seorang penuntut ilmu sebenarnya merupakan hal yang sangat mulia. Mari kita merenungi Al Quran surat Al Mujadilah ayat 11, “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat”. Jelas bagi kita, bahwa tidaklah cukup menjadi seorang yang beriman saja tanpa memiliki ilmu, karena amal ibadah yang tanpa diiringi dengan ilmu tidak akan bernilai. Begitu pula ilmu yang dimiliki jika tidak diiringi dengan ketaatan kepada Allah akan menjadi kesia-siaan.  Allah akan meninggikan derajat kita apabila kita beriman dan berilmu. Maka, menuntut ilmu menjadi suatu hal yang akan sangat mulia jika dilakukan oleh hamba Allah yang beriman.

Di dalam sebuah hadis riwayat Muttafaq ‘Alaih, Rasulullah Saw. juga menjelaskan keutamaan orang yang berilmu. “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara. Yakni, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang senantiasa mendoakan orang tuanya”. Betapa mulianya seorang penuntut ilmu yang menjadikan ilmunya bermanfaat. Ilmunya akan senantiasa memberikan pahala yang tidak terbatas kepadanya sekalipun ia meninggal. Semakin banyak buku yang ia tulis dibaca, semakin banyak anak-anak muda yang terinspirasi dengan perjuangannya menuntut ilmu dan semakin banyak teori dan pemikirannya dipraktikkan, Allah akan memberikan pahala yang tidak akan pernah putus.

Ciri seorang penuntut ilmu, sebenarnya sudah Allah jelaskan di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 190-191. “Sesugguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. Di dalam ayat ini, setidaknya terdapat tiga ciri seorang yang disebut sebagai ‘Ulil Albab’.

Pertama, seorang Ulil Albab akan selalu ingat kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Ingat kepada Allah berarti ketika kita mendapat ilmu, kita sadar bahwa ilmu ini berasal dari Allah dan kita bersyukur atas nikmat dianugerahinya Ilmu. Kedua, seorang Ulil Albab senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi. Inilah yang kemudian menjadikannya seorang ilmuwan, orang yang menganalisis berbagai fenomena yang ada di alam semesta dan menjadikannya sebuah ilmu. Ketiga, seorang Ulil Albab apabila dia mendapatkan Ilmu, ia akan berdoa. Di dalam doa ini ia memuji Allah yang Maha Berilmu, mensucikan zat-Nya dan kemudian berdoa agar tidak mendapatkan siksa neraka. Karena, salah satu ujian bagi orang yang berilmu adalah kesombongan atas ilmu yang dia miliki.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : dakwatuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *