Hidayah Itu Milik Allah SWT

jalan-aspal-bercabang

Imam Syafi’i mengatakan: “Andai hidayah itu bisa kubeli, akan kubeli berkeranjang-keranjang untuk aku bagikan kepada mereka yang aku cintai”.

Bagi orang yang menyeru pada kebaikan, menyampaikan kebenaran dan mengajak untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, jangan pernah lelah. Karena tugas kita hanyalah menyampaikan dan mengajak pada kebaikan, selanjutnya hak Allah lah yang memberikan hidayah pada seseorang. Dalam ayat Al-Qur’an, Allah berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al Qashshash: 56)

jangan pernah lelah, bosan dan jangan sampai berhenti dalam menasihati, mengajak pada kebaikan, menyampaikan kebenaran. Banyak ujian yang akan kita hadapi dalam menyampaikan kebenaran. Banyak cobaan yang akan kita hadapi. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dihadapkan banyak cobaan dan ujian dalam menyampaikan kebaikan dan kebenaran untuk menyembah Allah semata.

Kita hanya perlu bersabar dalam menyeru mereka. Memberikan perhatian untuk hal-hal kecil maupun besar. Sering menanyakan kabarnya, memberikan solusi jika ia meminta pendapat. Menjadi pendengar yang baik saat ia butuh tempat mencurahkan segala permasalahan hidupnya. Sentuhlah mereka dengan hati. Karena menyampaikan kebaikan tidak cukup hanya dengan dalil-dalil yang benar, namun perlu disampaikan dengan cara yang benar.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : ummi-online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *