Berlomba dalam Kebaikan (Musabaqah Fil Khairat)

2016-05-17_6-29-55

Orang beriman memahami bahwa kewajiban yang di tugaskan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Oleh karenannya dia terus-menerus beramal dan keimanan itu memotivasi dirinya untuk tetap beramal dalam kondisi apapun. Dalam sebuah hadits riwayat imam Muslim disebutkan bahwa sebagian sahabat bertanya pada Rasulullah saw. ”Wahai Rasulullah saw. orang-orang kaya telah memborong pahala kebaikan, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka“. Rasul saw. bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian bisa sedekah? Bahwa setiap tasbih sedekah, setiap takbir sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah, setia amar ma’ruf sedekah, setiap nahi mungkar sedekah. Dan seseorang meletakkan syahwatnya (pada istrinya) sedekah”. Sahabat bertanya, “Apakah seseorang menyalurkan syahwatnya dapat pahala? Rasul saw menjawab: Ya, bukankah jika menyalurkannya pada yang haram akan mendapat dosa? Begitulah jika menyalurkan pada yang halal maka akan mendapat pahala.

Hadits ini mengisyaratkan bahwa orang-orang beriman memiliki motivasi tinggi dalam beramal dan senantiasa belomba dalam kebaikan untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya kebaikan dan pahala. Dan hadits ini juga menerangkan betapa amal shalih itu banyak dan beragam bentuknya. Ketika kita melakukannya, dan dengan niat karena Allah, maka itu bagian dari sedekah dan kontribusi kita pada umat dan bangsa. Lapangan hidup bagi orang beriman tidaklah sempit, bukan hanya rumah dan tempat mencari nafkah saja. Tetapi lapangan hidup orang beriman adalah bumi dan seisinya dengan berbagai macam aktifitasnya. Apalagi jika orang beriman terlibat dengan aktifitas dakwah, maka dia akan mendapatkan banyak manfaat dan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.

Dan potret kehidupan yang luas dan disisi dengan semangat perlombaan ini sangatlah banyak pada orang-orang beriman generasi terbaik dari umat ini. Dalam perang Tabuk sahabat Rasulullah saw. melakukan penjagaan di kegelapan malam, tiba-tiba mereka mendapatkan seseorang yang sedang menjaga tentara, maka ia adalah penjaga tentara yang sedang berjaga. Dia adalah Salikah bin salamah. Ketika diberitakan pada Rasul saw. berita tentangnya, beliau berdo’a, “Ya Allah berilah rahmat kepada para penjaga dan penjaga para penjaga”.

Umar bin Khattab ra. berkata, “Rasulullah saw. melewati Abdullah bin Mas’ud, saya dan Abu Bakar bersama beliau dan Ibnu Ma’sud sedang membaca Al-Qur’an. Maka Rasulullah saw. bangkit dan mendengarkan bacaannya, kemudian Abdullah ruku dan sujud. Berkata Umar ra, Rasul saw. bersabda, “Mintalah pasti akan dikabulkan, mintalah pasti akan dikabulkan”. Berkata Umar ra. Kemudian Rasulullah saw. berlalu (dari Ibnu Mas’ud ra) dan bersabda, “Barangsiapa ingin membaca Al-Quran seindah sebagaimana diturunkan, maka bacalah sebagaimana bacaan Ibnu Ummi Abdi (Ibnu Mas’ud)”. Berkata (Umar), “Maka saya bersegera di malam hari datang menuju rumah Abdullah bin Mas’ud untuk menyampaikan kabar gembira apa yang dikatakan Rasulullah saw, berkata (Umar), “Tatkala saya mengetuk pintu atau berkata agar (Ibnu Mas’ud) mendengar suaraku, berkata Ibnu Mas’ud ra.“ Apa yang yang membuatmu datang pada saat seperti ini?” Saya berkata, “Saya datang untuk menyampaikan kabar gembira (padamu) sebagaimana apa yang telah dikatakan Rasulullah saw“. Berkata Ibnu Mas’ud ra. “Abu Bakar telah mendahuluimu”. Saya berkata, ”Apa yang dia lakukan, dia selalu menang dalam perlombaan kebaikan, tidaklah saya berlomba untuk suatu kebaikan pasti dia (Abu Bakar) telah mendahuluiku.” (HR Ahmad)

Itu adalah motivasi keimanan yang menggerakkan orang-orang beriman untuk cepat merespon tugas dan senantiasa berlomba dalam kebaikkan. Abu Bakar ra, Umar ra, Abu Thalhah ra, Muadz bin Jabal dan putranya telah mencontohkan yang terbaik dalam merespon tugas dan perlombaan kebaikan. Begitulah kondisi mereka tidak pernah meninggalkan pintu-pintu kebaikan, kecuali mereka cepat melaksanakannya dengan motivasi yang kuat. Hal ini hanya dimiliki oleh orang-orang beriman yang selalu siap untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka yaitu pahala, keridhoan dan surga Allah.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : dakwatuna

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *