Bahagia Dengan Membahagiakan Orang lain

2016-10-17_5-31-53

memahami dan merenungi Al-Qur’an adalah hibah dan pemberian dari Allah Ta’ala. Jika kita bisa melakukannya, berarti Allah Ta’ala memilih kita dan menyayangi kita. Tidak semua orang bisa demikian. Ada sebuah rumus dari Rasulullah saw. dalam hal ini:

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Sayangilah yang di atas bumi, niscaya yang di lagi akan menyayangimu.” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi].

Rasulullah saw. juga menjelaskan:

أحب الناس إلى الله أنفعهم، وأحب الأعمال إلى الله عز وجل سرور تدخله على مسلم، أو تكشف عنه كربة، أو تقضى عنه دينًا، أو تطرد عنه جوعًا، ولأن أمشى مع أخي المسلم في حاجة، أحب إلىَّ من أن أعتكف في المسجد شهرا

“Orang yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Perbuatan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah membahagiakan hati orang lain, memecahkan masalah dan musibahnya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Membantu saudaraku menyelesaikan urusannya lebih aku senangi daripada i’tikaf di masjid selama sebulan.” [HR. Thabrani].

Oleh karena itu hendaknya kita selalu berusaha membahagiakan orang lain, karena di antara balasannya adalah dicintai Allah Ta’ala. Diceritakan, seorang shalih didatangi oleh orang yang berpenampilan dan berpakaian baik di dalam kuburnya. Dia pun bertanya, “Siapakah kamu?” Orang itu menjawab, “Aku adalah kebahagiaan yang engkau berikan kepada saudaramu pada hari anu, jam sekian.”

Memberikan kebahagiaan sangat banyak pintunya. Bahkan memberikan sebiji permen pun bisa memberikan membahagiakan kepada orang lain.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : dakwatuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *