Tips Memotivasi Anak Untuk Giat Shalat Subuh

2016-05-17_6-29-55

inilah tips mudah memotivasi anak untuk giat shalat subuh.

1. Berikan pemahaman bahwa shalat subuh sama wajibnya dengan shalat fardhu yang lain.

Jika si kecil sangat semangat dan tidak pernah melewati shalat maghrib, isya, zuhur dan ashar kecuali shalat subuh dengan alasan-alasan ngantuklah, kesiangan lah, berat untuk bangun lah, sulit bangun lah, atau dengan alasan-alasan lainnya untuk melewati shalat subuh. Mari kita sampaikan bahwa shalat subuh itu sama wajibnya dengan shalat 4 waktu yang lainnya. Agar anak merasa bersalah ketika meninggalkan shalat yang wajib itu. Agar anak kita merasakan dan melakukan hal yang sama (merasa sama pentingnya) untuk shalat subuh. Dan tentu saja agar anak kita merasa sama tanggung jawabnya dengan shalat-shalat fardhu yang lainnya.

 

2. Shalat subuh memiliki keutamaan yang luar biasa.

Tidak sedang menafikan dengan kewajiban shalat fardhu yang lainnya. Tapi lebih ke spesial kita berikan pemahaman kepada anak tentang kewajiban shalat subuh agar semakin termotivasi untuk lebih giat bangun shalat subuh.

kita fahamkan  kepada si kecil mengenai keutamaan shalat subuh sesuai dengan hadits yang berbunyi bahwa.“Dua rakaat sebelum fajar (subuh) lebih baik nilainya dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Sesuai dengan hadits yang berbunyi. “Barang siapa yang shalat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah.” (HR. Muslim).

Semoga si kecil faham ya.

3. Anak yang shalat subuh itu: Keren, TOP dan Luar Biasa.

Sampaikan kepada si Kecil bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah melakukan shalat subuh. Baik anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, kakek-kakek, nenek-nenek tidak di jamin mudah bangun shalat subuh.

Hanya orang luar biasa yang bisa melakukan shalat subuh karena ada orang yang lain, yang enggak bisa melakukanya.

Agar anak merasa bahwa dia memang bener-bener adalah anak pilihan, anak yang luar biasa bisa shalat di pagi hari ketika yang lain masih sibuk dengan selimutnya. Faktanya memang begitu ya? Hanya orang TOP lah yang berhasil menaklukan rasa ngantuk untuk shalat subuh.

4. Manajemen Tidur si Kecil.

pola tidur si kecil akan berpengaruh kepada pola bangunnya juga. Jika kita membiasakan anak untuk tidur lebih awal, atau tidur standar jam istirahat (maksimal -+ jam 9 malam), maka anak tidak akan mengeluh bangun subuh masih ngantuk, karena durasi tidurnya sudah lama dan sudah kenyang. Kemudian saat di bangunkan, tak sesulit dengan anak yang tidurnya pada jam 1 atau jam 2 dini hari.

Kebiasaan untuk tidur dan bangun sesuai waktunya bisa di mulai sejak dini, dan tentu saja, pola tidurnya  harus benar-benar  di manajemn agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang di harapkan. Karena pola tidur yang buruk, akan berpengaruh kepada pola hidup yang buruk pula. Dan sebaliknya, pola tidur yang baik maka akan berpengaruh positif pada pola hidup yang baik juga. Insya Allah.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : ummi-online

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *