Tips Agar Tidak Gampang Marah Ketika Di Kritik

2016-05-20_7-19-41

1. Ketahuilah bahwa pujian bisa mematikan hati, kritikan bisa membawa kebaikan

Boleh jadi pujian membawa diri kita pada kelalaian dan sifat ujub alias bangga diri, sedangkan kritikan justru membuat kita teringat untuk memperbaiki diri. Jadi… baper boleh saja tapi tak perlu lama-lama, ingatlah bahwa apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk diri kita.

“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

2. Anggaplah kritikan sebagai tanda perhatian dan rasa sayang

Jika mendapat kritik dari orang terdekat sangat mungkin hati kita kecewa karena seolah tak mendapat dukungan atau merasa diserang, akan tetapi bisa jadi kritikan tersebut merupakan tanda mereka perhatian dan sayang pada kita loh, maka lupakan rasa pedas yang kita terima dan nikmatilah hal tersebut sebagai tanda cinta.

3.Jika tersinggung dengan cara orang tersebut memberi kritikan, sampaikanlah cara mengkritik yang baik pada si pengkritik tersebut

Misalnya  dikritik di hadapan orang banyak, baik di sosmed maupun di dunia nyata, cobalah sampaikan secara pribadi mengenai adab mengkritik yang lebih santun dan bisa diterima. Tujuannya agar jika orang tersebut mengkritik lagi di lain waktu atau mengkritik orang lain, bisa lebih halus dan tidak menyinggung perasaan, sehingga ia tidak dibenci banyak orang.

 

4. Maafkan, barangkali mereka tidak mengetahui

Dikritik itu menyakitkan, kadang-kadang bisa membunuh keinginan kita untuk berkarya lagi, atau menghapus rasa percaya diri kita, membuat kita sakit hati dan memendam amarah, maka cobalah untuk memaafkan para pengkritik tersebut, sangat mungkin mereka salah paham terhadap kita dan tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Jika bisa meluruskan salah paham tersebut sebaiknya diluruskan, akan tetapi jika tak bisa meluruskannya… maka biarkan Allah yang akan memperlihatkan kebenarannya suatu hari nanti.

Bersihkan hati dari dendam karena hal tersebut amat buruk untuk kesehatan jiwa dan raga kita.

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syura : 43)

5. Tetaplah berbuat baik sekalipun pada si pengkritik

Keindahan Islam tidak hanya pada ajarannya yang menyeluruh, namun juga pada akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah, tetaplah berbuat baik dan melakukan hal-hal yang baik:

“…Dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang yang berbuat baik.” (QS. al-Baqarah:195)

Ketika dikritik pedas, justru itu adalah momen yang tepat untuk meniru akhlak Rasulullah yang mulia bahkan pada para pembenci beliau.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : ummi-online

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *