Pura – Pura Mencintai Allah SWT

2016-04-06_6-36-02

banyak orang yang berdusta dalam mencintai Allah. Mereka berkata bahwa mereka benar-benar mencintai-Nya. Padahal tidak! Mereka hanya berpura-pura. Tapi sayangnya, mereka sendiri tak menyadarinya. Lantas, bagaimana agar kita tahu bahwa seseorang itu tidak berpura-pura dalam mencintai Allah?

Syaikh As-Sadi dalam tafsir ayat “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Ali Imran: 31), menjelaskan, “Tidaklah cukup bagi seseorang hanya mengklaim semata bahwa ia mencintai Allah. Ia harus jujur dalam klaimnya tersebut. Dan di antara tanda kejujuran klaimnya adalah ia mengikuti Rasulullah ﷺ dalam segala keadaan, dalam perkataan dan perbuatan, dalam perkara pokok agama maupun cabangnya, dzahir dan batinnya. Barangsiapa yang mengikuti Rasulullah maka hal ini menunjukkan kejujuran klaim cintanya kepada Allah.”

Beliau juga mengatakan, “Barangsiapa yang tidak mengikuti Rasulullah, maka ia tidak mencintai Allah. Dan Sesungguhnya ia adalah pendusta, meskipun ia mengklaim dirinya mencintai Allah,” (Tafsir As-Sadi Surat Ali Imran: 31).

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Barangsiapa yang mengklaim dirinya mencintai Allah, akan tetapi ia tidak mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ, maka ia telah berdusta,” (Majmu’ Fatawa, 8/360).

Dari situlah kita bisa mengetahui kesungguhan rasa cinta kepada Allah, bukan hanya berpura-pura. Jadi, jika kita tak ingin dikira berpura-pura dalam mencintai Allah, lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Rasul-Nya. Ikuti apa yang beliau lakukan. Hindari apapun yang beliau larang. Sebab, semua perintah itu datangnya dari Allah.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : islampos

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *