Menjadi Orang Yang Berakal

2016-05-01_6-21-29

Dunia adalah sementara. Orang beriman tentu telah mengetahuinya. Kematian menjadi pintu gerbang yang menjadi bukti kefanaan dunia.

Namun miris, ketika mereka yang mengaku beriman tapi lupa akan kehidupan akhirat. Waktu mereka dihabiskan dengan aktifitas dunia yang melalaikan kewajiban mereka pada Allah. Berfoya-foya, bermaksiat, begitu cinta pada dunia. Padahal sejatinya kematian mereka bisa jadi sudah di depan mata.

Maka alangkah beruntungnya mereka yang selalu mengingat kematian, mempersiapkan bekal untuk menyambut kehidupan akhirat. Bahkan dalam hadits, mereka dikatakan sebagai orang yang berakal.

Orang yang berakal adalah yang memaksa dirinya untuk taat kepada Allah dan berbuat (mempersiapkan bekal) bagi akhirat, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsu, kemudian berangan-angan agar Allah mengampuninya.” (HR. At Tirmidzi).

Allah subhanahu wata’ala sesungguhnya telah mengingatkan manusia untuk bermuhasabah dalam hari-harinya. Apakah amalan mereka sudah layak untuk menjadi bekal menghadapi akhirat. Hari dimana manusia seluruhnya dikumpulkan, dihisab amal perbuatannya. Apakah mereka akan abadi dalam surga ataukah terpanggang dalam neraka.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr: 18)

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : muslimahzone

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *