Adab Terhadap Allah SWT

2016-05-21_6-49-28

jika pada sesama manusia saja kita harus beradab, apalagi terhadap Rabb kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita harus beradab Pada-Nya, karena Dialah yang tidak pernah berhenti memberikan nikmat yang begitu banyak pada hamba-Nya.

Adab kepada Allah, terwujud dengan hal-hal berikut ini:

1. Ibadah

Ibadah artinya melaksanakan semua perintah-Nya. Ibadah wajib, sunnah, maupun ibadah lainnya yang sesuai dengan syariat. Ibadah merupakan bukti kesungguhan seorang muslim mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap perbuatannya yang sesuai dengan syariat Islam.

Allah berfirman dalam surat Ad-Dzariyat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Ad-Dzariyat ayat 56)

2. Taat

Tugas seorang hamba pada Rabb-Nya adalah taat. Taat bisa dilakukan dengan mengikuti semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Firman Allah Swt:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(QS Hud: 112)

3. Malu

Malu di sini artinya akhlak yang timbul dari keengganan melakukan perbuatan buruk, menolak segala hal yang tak pantas dilakukan, tidak memamerkan maksiat, serta merasa bersalah bila tak memenuhi hak orang sebagaimana mestinya.

Dari ‘Imam bin Hushain ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Malu tak kan berakibat lain selain kebaikan.”(Muttafaq ‘alaih).

4. Mensyukuri nikmat

Cara mensyukuri nikmat yang benar adalah kepada yang member nikmat, bukan kepada nikmat itu sendiri.  Bersyukur bisa dilakukan dengan hati, mulut, atau anggota badan yang lain.

Salam Al Qur’an disebutkan, “Bila kalian bersyukur akan Kutambah nikmat-Ku.” (QS. Ibrahim: 7)

5. Pasrah kepada Allah dan Ridha terhadap takdir-Nya serta sabar atas ujian-Nya.

Dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu nila mereka ditimpa musibah mereka mengucapkan, “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun (Kami hanyal ah milik Allah, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 156)

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : ummi-online

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *