Keutamaan Mulia Sholat Sunnat Rawatib

2016-04-05_6-33-23

Sholat sunah rawatib adalah sholat sunat sebanyak dua hingga empat rokaat yang dilakukan sebelum dan/atau sesudah shalat wajib / fardhu.

مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasai).
Berdasarkan hadits di atas, berikut ini jenis-jenis shala sunat rawatib yang mengiringi shalat fardhu:

  1. Sholat sunat Qobliyah Subuh (sholat sunat fajar), dilakukan sebelum Subuh 2 rokaat.
  2. Sholat sunat Qobliyah (sebelum) Zhuhur 4 rokaat
  3. Sholat sunat Ba’diyah (setelah) Zhuhur 2 rokaat
  4. Sholat sunat Ba’diyah (setelah) Maghrib 2 rokaat
  5. Sholat sunat Ba’diyah (setelah) Isya 2 rokaat

Sesuai dengan sunah Rasulullah Saw, tidak ada shalat sunah ba’diyah Subuh dan tidak ada pula shalat sunah qobliyah dan ba’diyah Ashar. Demikian pula tidak dikenal shalat qobliyah Jumat.
Amalan wajib yang pertama kali dihisab di akhirat adalah ibadah sholat. Sholat sunat bisa menutupi kekurangan sholat wajib ditegaskan dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah r.a. berikut ini:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah ibadah Sholat. Rabb kita berkata kepada para malaikat-Nya sementara Dia Maha Mengetahui: “Lihatlah sholat hamba-Ku, apakah sempurna atau kurang?” 

Jika shalat wajibnya sempurna, maka dicatat baginya telah sempurna, dan bila kurang dari shalat wajibnya itu, Allah berfirman: “Lihatlah, apakah hamba-Ku ini memiliki amal ibadah sholat sunah?”
Apabila ia memiliki amal ibadah sholat sunat, Allah berfirman: “Sempurnakanlah untuk hamba-Ku shalatnya yang kurang dengan amal ibadah shalat sunahnya itu.” Kemudian diambillah amal-amal shalat sunah itu untuk menyempurnakan amal ibadah shalat wajib yang kurang.
Bagi yang rajin shalat sunah rawatib juga ada pahala besar berupa bangunan di surga, sebagaimana hadits di atas dan hadits lainnya berikut ini:
مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim).

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : risalahislam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *