Berkah Sholat Di Awal Waktu

2016-04-05_6-17-55
shalat di awal waktu adalah pendapat para ulama dalam menafsirkan “ash-sholatu ‘ala waqtiha” (sholat pada waktunya) sebagai salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT.
Ayat Al-Quran dan hadits tidak menyebutkan istilah “shalat diawal waktu” secara eksplisit. Namun, bukan berarti ini menjadi “pembenaran” atau jadi alasan untuk menunda-nunda atau mengulur-ulur pelaksanaan shalat.

Hadits Rasulullah Saw tentang shalat pada waktunya terdapat dalam Shahih Bukari dan Muslim yang artinya:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah Swt.” (HR Bukhari & Muslim).
Nabi Saw menyebutkan “Shalat pada waktunya” karena memang shalat wajib (fardhu) dalam Islam –Subuh, Zhuhur, Ashar, Magrib, dan Isya– sudah tentukan waktunya oleh Allah SWT.

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisaa : 103).

Seorang Muslim dilarang shalat di luar waktu yang telah ditentukan. Yang mungkin paling sering terjadi adalah “bangun kesiangan” sehingga shalat Subuhnya berada di luar waktu Subuh.
Shalat di awal waktu menunjukkan tingkat keimanan, ketakwaan, dan kecintaan kepada Allah SWT. Kecintaan kepada Allah (mahabbatullah) akan melahirkan rasa rindu selalu ingin bertemu. Dan pertemuan dengan Allah terutama terjadi dalam Shalat.
Lagi pula, dengan segera shalat, seorang mukmin berarti menunjukkan ingin segera diampuni dosa-dosanya.

“Sesungguhnya shalat lima waktu itu menghilangkan dosa-dosa sebagaimana air menghilangkan kotoran.” (HR Muslim).

Hikmah dan berkah terbesar shalat di awal waktu atau shalat pada waktunya adalah masuk surga.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ” ‘Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan”.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara
referensi : risalahislam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *