Ujian Adalah Bentuk Kasih Sayang Allah Kepada Kita

2016-03-21_6-38-23

Alloh Swt. berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh [2] : 155)

Saudaraku, Rasulullah Saw. ketika dilahirkan ke dunia ini ayahnya sudah wafat. Jadi, Nabi Saw. memulai episode kehidupan dunia ini dengan sebuah ujian yaitu sebagai anak yatim, tidak merasakan kasih sayang, belaian, perlindungan dari ayahnya. Kemudian, saat usia balita, saat sangat membutuhkan kasih sayang ibunya, ibunya pun wafat. Masa kanak-kanak beliau lalui dengan hidup mandiri, tanpa ayah ibu.

Sejak periode awal beliau sudah ditempa dengan ujian-ujian yang tidak mudah. Dan, ujian datang semakin kencang manakala sudah menjadi nabi kemudian diangkat sebagai rosul. Kawan menjadi lawan, yang dekat menjauh, teman menjadi musuh, saudara menjadi benci.

Demikianlah, jalan dakwah beliau dilalui tidak dalam jalan yang penuh kesenangan dan kegembiraan, melainkan jalan yang kulit dan penuh ujian, yang mengantarkan kepada kemenangan gilang-gemilang. Dalam pandangan sebagian orang, kesulitan dan kepahitan yang dilewati oleh rasul adalah penderitaan. Padahal sesungguhnya tidak. Bagi orang-orang yang beriman, segala yang Alloh tentukan merupakan kebaikan.

Semakin kita menyadari bahwa setiap yang datang dari Alloh adalah kebaikan, semakin kita menyadari bahwa hidup ini tidak akan selalu sesuai dengan keinginan kita, semakin kita berbaik sangka pada Alloh, maka akan semakin tenang dan nyaman kita menjalani hidup ini.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhiid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *