Supaya Do’a Mustajab

2016-05-21_6-49-28

Alloh Swt. menyuruh kita berdoa kepada-Nya, bukan karena Alloh tidak tahu. Apapun yang kita doakan, pasti Alloh tahu. Doa itu bukan untuk memberi tahu Alloh tentang apa yang kita butuhkan atau apa yang kita inginkan. Karena sesungguhnya Alloh Maha Tahu segala-galanya.

Doa yang baik adalah doa yang menjadi ibadah. Doa yang baik adalah doa yang membuat kita masuk kepada posisi benar-benar sebagai hamba Alloh yang bergantung kepada-Nya dan benar-benar menuhankan-Nya. Jadi doa itu selain dari sekedar mengucap, namun yang terpenting adalah hati kita betul-betul merunduk, mengharap dan yakin kepada Alloh Swt. Nah, kalau doanya sudah seperti ini maka insyaa Alloh dekat dengan dikabulkannya.

Karena tanpa kita berdoa pun sebenarnnya Alloh sudah mengetahui kebutuhan kita, bahkan Alloh memenuhi kebutuhan kita, baik kita sadari ataupun tidak. Lebih banyak yang tidak kita minta namun Alloh berikan, karena kita juga tidak tahu apa saja sebenarnya yang kita butuhkan. Tapi sejak kita terlahir di dunia ini sampai hari ini, banyak kebutuhan kita yang Alloh penuhi.

Lalu untuk apa Alloh menyuruh kita berdoa? Tiada lain adalah untuk kebaikan kita sendiri. Bukan karena Alloh membutuhkan sesuatu dari kita, tapi karena kitalah yang membutuhkan-Nya. Kita mengakui atau tidak akan kebesaran dan keagungan Alloh, Alloh tetap Maha Sempurna. Alloh tidak berkurang keagungan-Nya karena kita membangkang, dan tidak bertambang kemuliaan-Nya karena kita taat.

Doa itu adalah ibadah bagi orang yang beriman. Rosululloh Saw. bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Kemudian, doa adalah intisari dari ibadah, sebagaimana sabda Rosululloh Saw., “Doa adalah intisari ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Jadi bagi seseorang yang ingin doanya dikabulkan oleh Alloh Swt. janganlah ragu untuk yakin pada janji Alloh Swt. manakala Dia berfirman, “..Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min [40] : 60)

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : smstauhiid

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *